Kamis, 03 November 2016

NEGARA BRUNEI DARUSSALAM




 Image result for brunei darussalam          Image result for animasi bergerak tentang bendera negara brunei


      Brunei Darussalam atau Brunei [6][7][8][9] Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info/bruːˈnaɪ/, nama resmi: Negara Brunei Darussalam, (bahasa Melayu: Negara Brunei Darussalam, Jawi: نڬارا بروني دارالسلام), adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Borneo dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak.
Saat ini, Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju.[10] Menurut Dana Moneter Internasional, Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.[11] Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

ASAL MULA NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
Silsilah kerajaan Brunei didapatkan pada Batu Tarsilah yang menuliskan Silsilah Raja-Raja Brunei yang dimulai dari Awang Alak Betatar, raja yang mula-mula memeluk agama Islam (1368) sampai kepada Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Brunei ke-19, memerintah antara 1795-1804 dan 1804-1807).
Brunei adalah sebuah negara tertua di antara kerajaan-kerajaan di tanah Melayu. Keberadaan Brunei Tua ini diperoleh berdasarkan kepada catatan ArabCina dan tradisi lisan. Dalam catatan Sejarah Cina dikenal dengan nama Po-liPo-loPoni atau Puni dan Bunlai. Dalam catatan Arab dikenali dengan Dzabaj atau Randj.
Catatan tradisi lisan diperoleh dari Syair Awang Semaun yang menyebutkan Brunei berasal dari perkataan baru nah yaitu setelah rombongan klan atau suku Sakai yang dipimpin Pateh Berbai pergi ke Sungai Brunei mencari tempat untuk mendirikan negera baru. Setelah mendapatkan kawasan tersebut yang memiliki kedudukan sangat strategis yaitu diapit oleh bukit, air, mudah untuk dikenali serta untuk transportasi dan kaya ikan sebagai sumber pangan yang banyak di sungai, maka mereka pun mengucapkan perkataan baru nah yang berarti tempat itu sangat baik, berkenan dan sesuai di hati mereka untuk mendirikan negeri seperti yang mereka inginkan. Kemudian perkataan baru nah itu lama kelamaan berubah menjadi Brunei.
Replika stupa yang dapat ditemukan di Pusat Sejarah Brunei menjelaskan bahwa agama Hindu-Buddha pada suatu masa dahulu pernah dianut oleh penduduk Brunei. Sebab telah menjadi kebiasaan dari para musafir agama tersebut, apabila mereka sampai di suatu tempat, mereka akan mendirikan stupa sebagai tanda serta pemberitahuan mengenai kedatangan mereka untuk mengembangkan agama tersebut di tempat itu. Replika batu nisan P'u Kung Chih Mu, batu nisan Rokayah binti Sultan Abdul Majid ibni Hasan ibni Muhammad Shah Al-Sultan, dan batu nisan Sayid Alwi Ba-Faqih (Mufaqih) pula menggambarkan mengenai kedatangan agama Islam di Brunei yang dibawa oleh musafir, pedagang dan mubaligh-mubaliqh Islam, sehingga agama Islam itu berpengaruh dan mendapat tempat baik penduduk lokal maupun keluarga kerajaan Brunei.
Islam mulai berkembang dengan sangat sangat greget pesat di Kesultanan Brunei sejak Syarif Ali diangkat menjadi Sultan Brunei ke-3 pada tahun 1425 M karena sultan yang sebelumnya mengahwini puterinya dengan Syarif Ali. Sultan Syarif Ali adalah seorang Ahlul Bait dari keturunan / pancir dari Cucu Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam yaitu Amirul Mukminin Hasan / Syaidina Hasan sebagaimana yang tercantum dalam Batu Tarsilah / prasasti dari abad ke-18 M yang terdapat di Bandar Sri Begawan, Brunei. Keturunan Sultan Syarif Ali ini kemudian juga berkembang menurunkan Sultan-Sultan disekitar wilayah Kesultanan Brunei yaitu menurunkan Sultan-Sultan Sambas dan Sultan-Sultan Sulu.

LETAK GEOGRAFIS NEGARA BRUNEI

    Tanggal 1 Januari 1984 Brunei memproklamasikan kemerdekaan sebagai Brunei Darussalam. Corak pemerintahannya monarki konstitusional. Ibu kota negara adalah Bandar Seri Begawan.


a. Letak dan luas
Brunei terletak di Pulau Kalimantan. Di Asia Tenggara, Brunei adalah negara terkecil. Luasnya hanya ±5.770 km2.
b.   Secara astronomis berada antara 4oLU – 5oLU dan antara 114oBT – 115oBT. 
c.   Batas geografis Brunei di sebelah utara adalah Laut Cina Selatan, sedangkan di sebelah selatan, barat, dan timur adalah wilayah negara bagian Serawak Malaysia.


1. Bentang alam
Bentuk wilayah Brunei seperti “kantong” dalam wilayah Serawak. Wilayah tersebut terbagi dua dan tidak saling terhubung. Wilayah bagian timur yang lebih kecil (Temburong) memiliki topografi bergunung-gunung, dengan ketinggian rata-rata 1.000 m.

Di ujung selatan Temburong terdapat bukit yang tertinggi, yaitu Bukit Pagon. Di wilayah Temburong juga mengalir beberapa sungai, yaitu Sungai Temburong, Batu Apoi, Belalong, dan Pandaruan. Semua sungai itu bermuara di Teluk Brunei.

Wilayah bagian barat, didominasi oleh dataran. Dari pantai yang landai di bagian barat laut ke arah pedalaman (selatan), ketinggiannya semakin meningkat dan tanahnya semakin berbukit-bukit.

Mendekati Serawak, yaitu di wilayah Brunei bagian barat ketinggian bukit lebih dari 300 m, relatif lebih rendah dibandingkan ketinggian bukit-bukit bagian timur. Wilayah pantai berupa rawa dengan hutan bakau. Beberapa sungai di wilayah ini adalah Sungai Belait, Tutong, dan Sungai Brunei.


2. Iklim
Brunei beriklim tropis lembab. Suhu rata-rata 27oC dan curah hujan rata-rata ±3.040 mm per tahun. Daerah pedalaman yang berbukit-bukit memiliki curah hujan sampai ±4.000 mm per tahun.

Ketika bertiup angin musim barat daya yang lembab (Mei – Oktober), Brunei mengalami musim hujan. Musim kemarau berlangsung bulan November – April, yaitu saat bertiup angin musim timur laut yang kering.


3. Sosial budaya
Pada tahun 2008, jumlah penduduk Brunei mencapai 381.371 jiwa, dengan angka pertumbuhannya 1,94%.

Penduduk Brunei sebagian besar adalah etnis Melayu (69%). Selebihnya adalah etnis Cina, Dayak, India, dan sebagainya. Agama utama di Brunei adalah Islam. Beberapa agama lain adalah Buddha dan Kong Hu Chu.

Sebagian masyarakat Brunei juga masih menganut animisme. Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Melayu. Bahasa lainnya adalah bahasa Cina dan bahasa Inggris– yang terutama digunakan oleh para ekspatriat.


4. Perekonomian
Pendukung perekonomian Brunei yang terpenting adalah kegiatan pertambangan, terutama minyak bumi dan gas. Selain itu Brunei juga mengandalkan bidang industri. Industri utama adalah industri pengolahan minyak, gas alam cair, dan konstruksi.

Sebesar 71,9 % pendapatan negara diperoleh dari bidang pertambangan dan industri. Bidang pertanian hanya menghasilkan 0,9 % dari total pendapatan, dan hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hasil utama pertanian berupa padi, dan kelapa, lada, dan buah-buahan. Saat ini Brunei juga tengah meningkatkan peranan bidang perdagangan, perbankan, serta pariwisata.


5. Hubungan dengan Indonesia
Brunei dan Indonesia bekerja sama sebagai anggota ASEAN, APEC, dan WTO. Kedua negara juga melakukan kerja sama bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan. Misalnya dengan pengiriman tenaga pengajar, dan apresiasi kebudayaan melalui siaran televisi.

Kegiatan ekspor-impor juga dilakukan oleh kedua negara. Berikut adalah komoditinya.

1. Ekspor Brunei ke Indonesiaterutama adalah hasil pengolahan minyak dan gas bumi.

2. Ekspor Indonesia ke Brunei: bahan bangunan, mineral, bahan pakaian, kendaraan, alat komunikasi, biji-bijian dan gula.



WISATA YANG WAJIB DI KUNJUNGI !!!

 1. Masjid James 'Asr Hassanil Bolkiah

Tempat Wisata di Brunei Darusallam

     Masjid James 'Asr Hassanil Bolkiah adalah masjid terbesar di Brunei. Masjid ini memiliki 29 kubah emas. Masjid ini secara lokal dikenal sebagai Masjid Kiarong dan dibangun untuk memperingati 25 tahun pemerintahan Sultan Bolkiah Hassanil di Brunei. Masjid ini juga terbuka untuk umat non-Muslim setiap hari kecuali hari Kamis.


2. Royal Regalia Building

Tempat Wisata di Brunei Darussalam

      Royal Regalia Building adalah bangunan yang berisi berbagai koleksi kesultanan Brunei seperti harta karun, kereta kerajaan dan mahkota. Bangunan ini terletak di pinggiran Jalan Sultan Bandar. Kebanggaan Brunei yang dipamerkan di museum kerajaan ini adalah kereta emas saat penobatan raja Brunei pada tahun 1967. Koleksi lainnya adalah gudang senjata yang memiliki banyak senjata menarik. Anda tidak diperbolehkan membawa kamera Anda dan hanya boleh mengambil foto di area pintu masuk saja.


3. Kampong Ayer (Water Village)

 Image result for kampung air brunei darussalam
        Kampong Ayer adalah sebuah desa prasejarah yang dibangun di panggung di atas Sungai Brunei. Tempat ini termasuk dalam warisan budaya dan sejarah Brunei. Kampong Ayer dikenal sebagai desa air terbesar di dunia dan beberapa orang menyebutnya sebagai 'Venesia dari Timur'. Tempat ini adalah rumah bagi sekitar 40.000 warga, yang mewakili sekitar 10% dari total penduduk Brunei, dan telah telah dihuni selama sekitar satu milenium.

Di Kampong Ayer terdapat berbagai jenis rumah, sekolah, layanan darurat, satelit dan bahkan wifi dapat diakses di sini. Tempat ini seperti sebuah kota biasa, namun terletak di atas air, dengan rumah-rumah yang dibangun di atas panggung dan dihubungkan oleh serangkaian trotoar. Kampong Ayer terletak di Brunei Bay yang dapat dicapai melalui perjalanan singkat dengan taksi air dari daratan Bandar Seri Begawan. Selain sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi, Kampong Ayer merupakan bagian penting dari budaya Brunei yang melindungi sungainya.

4. Museum Brunei

Image result for museum brunei darussalam

         Museum Brunei memamerkan berbagai barang bersejarah di Brunei seperti meriam antik dan belati. Kebudayaan Borneo ditampilkan dengan artefak dan harta yang digali dari bangkai kapal lepas pantai Brunei.


5. Istana Nurul Iman

Image result for istana nurul iman brunei darussalam

      Istana Nurul Iman adalah tempat kediaman resmi Sultan Brunei. Istana mewah ini terletak di bukit di tepi Sungai Brunei, sebelah selatan dari Bandar Seri Begawan dan beberapa mil di luar pusat kota. Istana Nurul Iman berarti Istana Cahaya Iman. Setiap tahun pada akhir Idul Fitri (hari libur Muslim yang merayakan akhir bulan Ramadhan) Sultan Brunei membuka gerbang Istana Nurul Iman selama tiga hari perayaan. Akibatnya, banyak warga Brunei telah melihat di dalam kompleks istana, yang luasnya 200.000 meter persegi. Istana ini selesai dibangun pada tahun 1984 dengan dipenuhi kubah emas dan atap berkubah yang dirancang dengan pengaruh budaya Islam dan budaya Melayu. Istana ini disebut sebagai kompleks perumahan terbesar di dunia.


6. Taman Nasional Ulu Temburong

Ulu Temburong Brunei


      Ulu Temburong adalah taman nasional pertama di Brunei yang dilindungi sejak tahun 1991. Ada banyak petualangan yang dapat Anda lakukan di tempat ini. Aktivitas yang paling menarik terdapat di Canopy Walkway di mana Anda dapat melihat hutan hijau dari keinggian lebih dari 60 meter di atas gunung. Untuk mencapai gunung ini Anda harus menggunakan jalan yang dibangun dengan menara baja dan kabel raksasa.


 7.Bekantan (Safari River)

Image result for bekantan brunei darussalam
            

    Bekantan atau monyet berhidung panjang coklat kemerahan adalah hewan khas Brunei yang paling banyak ingi dilihat turis. Bekantan adalah spesies endemik dari pulau selatan dan timur Borneo. Banyak bekantan dapat ditemukan di hutan bakau di Brunei Bay.


8.Pusat Penemuan Minyak dan Gas

Image result for pusat minyak brunei darussalam
      

             Pusat Penemuan Minyak dan Gas di Brunei menampilkan dunia menawan dari ilmu pengetahuan dan teknik pada industri perminyakan. Tujuan tempat ini dibangun adalah untuk menciptakan sebuah pusat pendidikan bagi pengunjung untuk memahami dan menghargai industri minyak dan gas yang telah menjadi pendukung kuat ekonomi Brunei Darussalam.


9. Billionth Barrel Monument

 Billionth Barrel Monument Brunei
         
          Billionth Barrel Monument dibangun pada tahun 1991 untuk memperingati jumlah satu miliar tong minyak yang telah diproduksi di ladang minyak lepas pantai di Seria. Monumen ini terletak di dekat sumur pertama yang ditemukan di Seria Oil Field. Monumen ini merupakan tonggak simbolis besar bagi kesultanan Brunei. Brunei memproduksi 180.000 barel minyak setiap 24 jam, sehingga negara ini menjadi produsen minyak terbesar ketiga di Asia Tenggara. Brunei juga merupakan produsen terbesar keempat untuk gas alam cair di seluruh dunia.


10. Sumbiling Eco Village

Image result for Sumbiling Eco Village brunei darussalam

        Objek wisata yang baik untuk menyaksikan kekayaan alam di Brunei adalah di Sumbiling Eco Village. Di sini terdapat hutan hujan, sungai dan berbagai fauna eksotis. Tempat ini adalah pemukiman sederhana yang terletak di tepi Sungai Temburong. Dapat dicapai dalam waktu 45 menit apabila Anda naik perahu dari Bandar Seri Begawan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar